Feeds:
Pos
Komentar

Jan-Juni 2006

July 2006 – July 2007

Tahap I Tahap II
1 Budi sanjaya Putra Singaraja 1 Budi sanjaya Putra Singaraja
2 gd karten atambua 2 gd karten atambua
3 denix papua 3 denix papua
4 dedy awatara jakarta 4 dedy awatara jakarta
5 tohir/suterakir jakarta 5 tohir/suterakir jakarta
6 teguh chandra/siong surabaya 6 teguh chandra/siong surabaya
7 Ayni suryanegara denpasar 7 Ayni suryanegara denpasar
8 Surya tantrawan jakarta 8 Surya tantrawan jakarta
9 thery lung /LUNG
2
Singaraja 9 bejat/andi setiawan JEPANG
10 bejat/andi setiawan JEPANG 10 gd eka (nyuleg) lombok
11 gd eka (nyuleg) lombok 11 Ananta wikrama/Antok Singaraja
12 Ananta wikrama/Antok Singaraja 12 yudha denpasar
13 yudha denpasar 13 black q/ sudhamayasa denpasar
14 black q/ sudhamayasa denpasar 14 rudi sastrawan Singaraja
15 rudi sastrawan Singaraja 15 nyoman suadnyana Singaraja
16 nyoman warnet Singaraja 16 Budiawan/Lengkong Singaraja
17 Budiawan/Lengkong Singaraja 17 eka maharta jakarta
18 eka maharta jakarta 18 wibawa teja denpasar
19 wibawa teja denpasar 19 Edi mahadi jakarta
20 Edi mahadi jakarta 20 umbara jakarta
21 umbara jakarta 21 Nym Yojana Singaraja
22 Nym Yojana Singaraja 22 Kd Agus swanjaya Singaraja
23 Kd Agus swanjaya Singaraja 23 Kt Ariasta – Jkt jakarta
24 Rina swartawan jakarta 24 agus iwan karangasem
25 Kt Ariasta – Jkt jakarta 25 Alit putra mahardana denpasar
26 agus iwan denpasar 26 Bucha/ Budi cahyani denpasar
27 Alit putra mahardana denpasar 27 Ulantari jakarta
28 Bucha/ Budi cahyani jakarta 28 Moza paramita denpasar
29 Trisna herawati / aris Singaraja

Alumni 95 kembali memberi beasiswanya untuk tahap 3 dengan nilai sampai 11 jutaan. Rupanya angkatan 95 ini telah jauh meninggalkan angkatan lain dalam hal karya nyata memberi sumbangan.

bantuan

Tahap pertama 7 jutaan dan tahap ke dua 16 jutaan dan tahap ke tiga 11 jutaan untuk 7 orang siswa.

Penerima beasiswa


Foto siswa siswi yang terpilih menerima program beasiswa 95 goes to SMANSA dan para donatur.

Selamat atas keberhasilannya mengorganisir beasiswa sampai tahap ke 3 ini. Semoga angkatan lain bisa segera menyusul.

Telah dibuat blog untuk yayasan Ahimsa dengan alamat:
http://gedongahimsa.wordpress.com

Blog itu dibuat karena anggota dari yayasan Ahimsa nantinya tidak eksklusif untuk alumnus SMANSA saja, sedangkan blog ini hanya untuk alumnus SMANSA.

Dengan demikian tidak terjadi campur aduk dan manajemen informasi jadi lebih baik.

Update: 17 okt 07
Atas saran dari Ibu Utami untuk tidak lagi menggunakan nama Gedong pada Blog / Domain yayasan Ahimsa untuk menghindari kesan hanya untuk kalangan alumnus SMANSA. Jadi untuk sementara Blognya saya hapus lalu nanti akan diuat lagi jika sudah ketemu nama yang valid.

Hasil Diskusi

Tadi siang diskusi Ahimsa diadakan dirumah bpk Benky, waktu kami datang jam 12 diskusi sudah mulai.

Suasan Diskusi

Berikut peserta diskusi yang hadir.

  1. Benky Bagoes Oka
  2. Utami Pidada
  3. Golda
  4. Sandra
  5. Sri
  6. Jules
  7. Alit
  8. Theo
  9. Dr Setiawan
  10. Soegianto
  11. Wibisono
  12. Mayuni
  13. Kresna
  14. Yocke
  15. Meike
  16. Wibowo
  17. Arseno
  18. Indira

Diskusi berjalan seru dan materi berkisar tentang Ahimsa, Gandhi, kekerasan, rasa takut sampai pada gendhing sinom segala macem. Untuk detail diskusi akan di post pada kesempatan lain. Mungkin juga pada blog lain sebab blog ini sejatinya untuk informasi alumni SMANSA. Kegiatan diskusi Ahimsa diikuti tidak oleh alumnus SMANSA saja tapi juga dari berbagai kalangan lain karena itu mungkin dibuat blog khusus untuk kegiatan yayasan Ahimsa ini.

Kalau saya baca dari rencana program yang dirancang untuk yayasan Ahimsa tertera ada salah satu program pemberian penghargaan. Sementara itu baru baru ini ada peristiwa pemberian penghargaan oleh Freedom Institute kepada salah satu alumni SMANSA Putu Wijaya.

Mungkin bentuk pemberian penghargaan yayasan Ahimsa akan seperti itu? Sebab kalibrasi Ibu Gedong tidak dibawah Achmad Bakrie. Keliatannya masih perlu jalan panjang untuk bisa kesitu. Keep on moving forward.

Selain E.Y Indrawan, adalah Ida Ayu Utami Pidada yang juga menyampaikan pikirannya untuk bahan Visi dan Misi yayasan Ahimsa yang juga disampaikan pada diskusi 19 april di Cilandak Town Square. Berikut adalah rancanganya:

I. Preambul

  1. Keterpurukan bangsa Indonesia pada segala segi kehidupan, dan ketidakberdayaan mengangkat dirinya untuk melakukan rehabilitasi maupun koreksi mencerminkan betapa lemahnya semangat dan kwalitas moral bangsa ini. Hal ini mencerminkan bahwa bangsa ini sedang sakit.
  2. Peradaban dan budaya bangsa yang dahulu terkenal halus dan santun ternyata pada saat ini tengah mengekspresikan diri dalam wujudnya yang negatif seperti: angkara, amuk masa, kekerasan, kerasukan, kesewenang-wenangan, hedonistik, egois sehingga mengaburkan jatidiri kemanusiaannya dan mereduksi kesadaran budaya bangsanya.
  3. Mengamati bahwa pendidikan formal yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak pernah cukup dan memadai untuk membangun kecerdasan, kwalitas mental dan kepribadian bangsa.
  4. Bahwa demokrasi sebagai cara hidup bernegara menuntut semua pihak baik individu maupun masyarakat untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan yang bersifat membangun demi peningkatan kesadaran dan rasa kemanusiaan serta masa depan yang lebih mulia bagi generasi mendatang.

II. Tujuan

  1. Ikut serta dalam membangun dan meperbesar jumlah Sumber Daya Manusia yang terampil, terpelajar, profesional serta memiliki etos kerja yang produktif, kreatif, serta bermoral.
  2. Ikut serta dalam membangun manusia Indonesia khususnya dalam membangun budi pekerti, sikap mental yang berbudaya yang tidak melepaskan diri dari sikap pluralistik, apresiasi multikultural dan semangat kesemestaan yang universal.

III. Operatif

Untuk mencapai tujuan tersebut diatas yayasan melakukan berbagai kegiatan sebagai berikut:

  1. Melakukan berbagai kegiatan pengumpulan dana secara halal.
  2. Membina masyarakat profesi yang berkesadaran budaya serta memliki etos kerja yanhg senantiasa relevan dengan jamannya.
  3. Memberikan santunan, beasiswa bagi siswa, mahasiswa, staf pengajar maupun dosen yang memiliki kwalitas excelen tetapi tidak mempunyai kecukupan dana untuk melanjutkan pendidikan.
  4. Melakukan kegiatan yang bersifat membangkitkan minta baca dikalangan masyarakat dengan jalan: membentuk kelompok baca, diskusi, bedah buku, dan memberikan bantuan kepada perpustakaan umum yang sudah ada.
  5. Menyelenggarakan kegiatan yang sifatnya penghalusan budi, seperti apresiasi seni, memfasilitasi pelatihan keterampilan cabang seni, workshop dsb.
  6. Menyelenggarakan, membantu, memfasilitasi kursus-kursus keterampilan yang bersifat khusus maupun yang spesialiasi dalam rangka membentuk tenaga kerja trampil dan handal yang akhirnya bisa membawa peningkatan kesejahteraan bagi dirinya maupun bagi masyarakat lingkungannya.

IV. Dana

Untuk dibahas

V. Struktur Organisasi

Untuk dibahas dan diresmikan dengan ketentuan hukum mengenai yayasan.

VI. Pengurus

Untuk dibahas

Prepared by Utami Pidada, 19 april 2007

Salah satu alumnus E.Y Indrawan telah mempersiapkan rumusan Visi dan Misi dari yayasan Ahimsa yang akan dibentuk oleh para alumnus senior. Rumusan ini disampaikan pada diskusi dengan beberapa alumus senior yang lain di Cilandak Town Square pada tanggal 19 april 2007. Berikut rancangannya:

Visi:

Masyarakat Madani seperti yang di cita-citakan dan diperjuangkan oleh Almarhumah Ibu Gedong Bagoes Oka semasa hidupnya, yang saling mengasihi antar sesama manusia dan mencintai/melindungi lingkungan hidupnya, yang saling berinteraksi dengan bebas dan bekerja sama satu dengan lainnya tanpa memandang ras, budaya, maupun agamanya, yang menghormati dan menerapkan prinsip-prinsip ajaran Mahatma Gandhi terutama prinsip non-violence untuk menjembatani perbedaannya, yang percaya bahwa memajukan pendidikan masyarakat merupakan cara yang terbaik untuk menuju kearah terbentuknya Masyarakat Madani tersebut.

Nilai-nilai

  1. Tuhan menciptakan manusia dan lingkungan hidupnya dengan prinsip keragaman (diversivity), karenanya keragaman ini harus dihormati dan di pelihara agar kehidupan dapat berlangsung dengan baik.
  2. Tuhan menciptakan manusia yang berkehendak bebas, karenanya dalam hubungannya dengan sesamanya dapat terjadi perbedaan dan pertentangan. Pertentangan ini seharusnya diselesaikan tanpa kekerasan (Ahimsa, non-violence) sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Mahatma Gandhi.
  3. Nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Mahatma Gandhi sangat relevant dengan situasi kehidupan di Indonesia pada umumnya, karenanya sebaiknya dimengerti, dipelajari, dan dikembangkan.
  4. Pendidikan intelektual dan budaya adalah salah satu cara yang terbaik untuk mencapai Masyarakat Madani yang dicita-citakan karenanya perlu didorong dan diperbaiki secara terus menerus.

Misi

  1. Memajukan pendidikan di Indonesia pada umumnya, khususnya di Pulau Bali, dengan cara menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai yang baik tersebut diatas yakni kasih persaudaraan universal tanpa memandang ras, budaya, agama, dengan mengacu pada prinsip-prinsip ajaran Gandhi.
  2. Menyebarkan ajaran-ajaran Mahatma Gandhi melalui seminar, tulisan-tulisan di media cetak, maupun pembicaraan di media elektronik.
  3. Memberikan penghargaan berupa piagam dan/atau uang kepada tokoh-tokoh masyarakat, pemerintahan, lembaga pendidikan, tokoh-tokoh LSM, atau setiap individu anggota masyarakat yang dinilai hidup sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Gandhi.

Usaha-Usaha (Objectives)

  1. Memberikan beasiswa tanpa ikatan formil kepada siswa/mahasiswa yang berprestasi baik, mempunyai kemampuan intelektual dan moral yang baik, mengerti dan mendukung prinsip-prinsip ajaran Mahatma Gandhi, tetapi kurang mampu dari segi financial, tanpa membedakan ras, budaya dan agama.
  2. Mengumpukan dana dari anggota Foundation, dan sumbangan-sumbangan tanpa ikatan baik dari individu-individu maupun lembaga-lembaga swadaya dalam dan luar negeri yang bersimpati kepada Alm Ibu Gedong Bagoes Oka, ingin memajukan pendidikan di Indonesia, khususnya di Bali, dan/atau prinsip-prinsip ajaran Mahatma Gandhi.
  3. Menjalankan usaha-usaha lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Foundation, moral, keadilan, tidak merusak lingkungan hidup, tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran M. Gandhi, dan hukum yang berlaku.

Prinsip-prinsip Foundation

  1. Foundation dibentuk untuk mengenang jasa2 dari Alm Ibu Wayan Gedong Bagoes Oka sebagai tokoh pendidik, intelektual, tokoh wanita, pemuka masyarakat di dunia, Indonesia, maupun di Bali khususnya, dan sebagai tokoh agama Hindu Bali yang hidup sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran M. Gandhi. Karenanya Foundation selayaknya dijalankan dengan meneladani cara dan prinsip hidup yang dianut oleh beliau yakni hidup sederhana, menghargai manusia tanpa memandang ras, suku, budaya maupun agamanya, memajukan pendidikan dan peranan wanita, anti korupsi, anti poligami, dan menjalankan prinsip-prinsip Gandhi secara utuh.
  2. Foundation adalah organisasi nirlaba (Non-Profit Organization) yang dibentuk bukan untuk mensejahterakan anggota-anggotanya, tetapi sebagai wahana untuk memenuhi kewajibannya kepada masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat di Bali pada khususnya.
  3. Anggota Foundation, baik yang menjadi anggota pengurus maupun anggota Dewan Komisaris bekerja secara sukarela sesuai dengan kemampuannya tanpa menerlma imbalan dari Foundation. Namun, apabila diperlUlcan, anggota Pengurus dapat diijinkan untuk membayar karyawan tetap/puma waktu untuk mengurus hal2 yang bersifat administrative.

Prinsip-Prinsip pemberian Beasiswa

  1. Criteria pemberian Beasiswa kepada siswa/mahasiswa:
    • Yang berprestasi menonjol (atau paling tidak memadai) sehingga diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan dengan cepat dan baik.
    • Diutamakan yang dapat mengubahlmeningkatkan keadaan ekonomi keluarga apabila sudah lulus dari pendidikannya (multiplier effects) 
    • Sehat jasmani dan rohani, tanpa mengurangi hak orang cacat sebagai penerima.
    • Mengenal dan mendukung prinsip ajaran Mahatma Gandhi 
    • Mahasiswa S-1 untuk semua jurusan. Dalam keadaan istimewa siswa SMA yang mengalami kesulitan pembiayaan sekolahnya dapat menerima beasiswa.
    • Beasiswa S-2 hanya dapat diberikan apabila hal tersebut dilakukan untuk meneruskan beasiswa yang berasal dari sumbangan simpatisan yang memandang perlu adanya beasiswa untuk pendidikan S-2. Dana beasiswa Foundation hanya diberikan untuk pendidikan S-1
  2. Seleksi penerima beasiswa dilakukan oleh Dewan Penyantun Beasiswa yang akan dipilih oleh dan dari Anggota Pengurus Foundation dan Dewan Komisaris.
  3. Nilai beasiswa yang diberikan kepada masing-masing penerima beasiswa dapat berbeda-beda tergantung kepada hal-hal berikut, termasuk tetapi tidak terbatas pada:
    • Perkiraan kebutuhan mahasiswa yang memadai sesuai dengan jurusan yang dipilih
    • Kemampuan orang tua mahasiswa untuk mendukung pembiayaan pendidikan anaknya. Bagi orang tua yang dapat mendukung, dapat diberikan beasiswa yang lebih kecil. Hal ini ditentukan sesudah diadakan wawancara dengan orang tua / wali mahasiswa
    • Pada dasarnya pemberian beasiswa dapat dimulai setiap saat tanpa memandang jumlah SKS yang telah diselesaikan, dan akan diberikan sampai penerima beasiswa lulus dari pendidikannya.
    • Beasiswa dapat dihentikan apabila: (1) penerima beasiswa dan orang-tuanya dianggap telah mampu untuk membiayai sendiri, (2) penerima beasiswa tidak menunjukkan prestasi yang memadai, (3) penerima beasiswa melanggar prinsip-prinsip pemberian beasiswa, (4) penerima beasiswa tidak focus dalam pendidikanya sehingga dapat menghampat penyelesaian pendidikan tepat waktu. (5) penerima beasiswa sudah lulus.
  4. Banyaknya jumlah beasiswa baru yang akan diberikan pada suatu tahun tertentu akan ditentukan oleh Dewan Komisaris Foundation dengan pertimbangan berikut:
    • Jumlah dana yang tersedia pada tahun tersebut baik dari sumbangan anggota Foundation maupun sumbangan dari simpatisan
    • Jumlah dana yang diperlukan dan perkiraan penerlmaan yang konservatif untuk tahun-tahun kedepan
    • Jumlah dana yang diperlukan untuk melanjutkan beasiswa bagi penerlma yang sudah ada dan perkiraan kebutuhan dana beasiswa baru. Perkiraan hendaknya dibuat secara konservatif sehingga dihindari mahasiswa yang drop out karena beasiswa dihentikan oleh Foundation.
  5. Beasiswa pada dasarnya adalah pinjaman tanpa bunga dari Foundation yang hams dikembalikan oleh penerima sesudah menyelesaikan pendidikannya dan mampu mulai melunasi secara mencicil. Tujuan dari ketentuan ini adalah untuk menjaga kelanjutan tersedianya dana untuk mahasiswa yang lain.
  6. Sebagai rasa syukur dari penerima beasiswa atas keberhasilannya untuk menyelesaikan pendidikan yang dicita-citakan, maka ex penerima beasiswa harus berjanji: apabila keadaan keuangan keluarga sudah memadai (tidak perlu menunggu sampai cukup karena tidak akan pernah cukup) maka ex penerima beasiswa akan membiayai minimal satu orang mahasiswa (bukan keluarga atau yang berhubungan keluarga) sampai mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan pendidikannya. Diharapkan, beasiswa ini disalurkan melalui Foundation sehingga “multiplication effectnya” akan terjamin. Ini adalah janji moral, yang menagih adalah hati nurani yang bersangkutan.

Prepared by E. Y. Indrawan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.